
Dalam pengungkapan tersebut, Polres Bengkalis menyita 29,8 kilogram sabu-sabu, 122.629 butir ekstasi berbagai merek, serta 394 cartridge Etomidate.
Pengungkapan dilakukan tim gabungan Polsek Bantan dan Satresnarkoba Polres Bengkalis pada Rabu (12/8/2026.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat terkait sebuah mobil Toyota Yaris berwarna putih yang diduga membawa narkotika di kawasan Desa Selat Baru, Kecamatan Bantan.
“Mendapat informasi , kami langsung melakukan penyelidikan. Sesuai informasi kami menghentikan kendaraan tersebut. Di dalam mobil, ditemukan dua pria berinisial M dan HI,” kata Fahrian Jumat (14/8/2026).
Dari pemeriksaan awal, polisi menduga narkotika tersebut masuk ke wilayah Bengkalis melalui jalur pelabuhan tikus di Kecamatan Bantan.Pengembangan dilakukan. Polisi kembali menangkap dua pria lainnya berinisial UA dan TP di kawasan antrean sepeda motor Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis.
M, HI dan UA diketahui berasal dari Pekanbaru, sedangkan TP merupakan warga Palembang.Namun, saat hendak diamankan, para pelaku berusaha melarikan diri dan mencoba merebut senjata milik anggota polisi.Petugas kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki para pelaku.
“Sesuai SOP melakukan tindakan keras dan terukur. Keempat pelaku terpaksa dilakukan tindakan dengan menembak bagian kaki,” lanjut Fahrian.
Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku telah tiga kali mengangkut narkotika dengan modus serupa,” jelasnya.
Tim juga telah mengidentifikasi seseorang yang diduga sebagai penerima narkotika tersebut.
Orang yang dimaksud kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan diduga berada di Pekanbaru.
Dari penangkapan para tersangka polisi mengamankan 29 bungkus besar sabu-sabu dengan berat bruto 30.664,805 gram dan berat netto 28.967,91 gram atau hampir 29 kilogram, dan 122.629 butir ekstasi dari berbagai merek.
“Kami masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu pihak lain yang diduga berada di balik jaringan narkotika ini, termasuk mengungkap pemasok, penerima, serta jalur distribusi yang diduga terhubung dengan jaringan lebih besar,” tuturnya.* Hs & Tim*
KALI DIBACA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar